Keotonomian Manusia & Nasib Buruk


Manusia telah dibekali ke-otonomi-annya untuk berkehendak sesuka hatinya.
Sebagai processor untuk memilah-milah kegiatan, manusia juga dibekali dengan akal budi.
Dan untuk menilai baik-buruk dari pekerjaan yang dilakukannya, manusia dibekali dengan hati.
Dengan kemurahan Tuhan, manusia juga dibekali petunjuk, berupa al-Quran dan hadits Rasul-Nya.

    Jika kemudian kamu merasa terpuruk, jangan buru-buru menyatakan itu sudah kehendak Tuhan. Jangan-jangan kamu sendiri yang salah membuat keputusan. Jangan-jangan kamu sendiri yang mengabaikan perintah & larangan Tuhan. Jangan-jangan kamu sendiri yang tak menghargai diri kamu sendiri. Sehingga kamu pantas mendapatkan hasil yang buruk, sesuai dengan apa yang kamu upayakan.

    Allah telah begitu murah hati, pergunakanlah potensi diri sebaik-baiknya, bertaqwalah kepada Allah, lalu serahkan diri sepenuhnya kepada-Nya.

    Waspada Gempa! Aktifitas Seismik Lhokseumawe Meningkat.

    Lokasi Gempa Sigli, 30/10/2011.
    30/10/2011 - Sigli, Aceh, diguncang gempa berkekuatan 5.0 SR pada pukul 09.02 WIB. Gempa berpusat di darat, 54 Km Barat Daya Sigli, dengan kedalaman 10 km dari permukaan laut. Gempa turut dirasakan oleh sebagian warga Banda Aceh.

    Pada saat yang sama, aktifitas seismik Lhokseumawe naik besar overscale saat terjadi gempa 5.0 SR tersebut. Sebelumnya, dalam beberapa terakhir peningkatan aktifitas seismik Lhokseumawe memang telah meningkat sedang-besar. Ini berarti sedang ada penumpukan energi yang dapat dilepaskan sewaktu-waktu di wilayah itu. . Jika energi yang terakumulasi terlepas sekaligus, ini akan dapat menyebabkan gempa dalam skala besar. Namun jika dibebaskan sedikit demi sedikit melalui gempa-gempa kecil, potensi kerusakan tentu dapat dikurangi. Informasi ini saya peroleh dari @wakattebayo2011. @wakattebayo2011 adalah akun twitter yang kerap memberikan informasi kegempaan melalui tweet dan blognya http://rafjitsu.blogspot.com .

    Sudut Pandang

    Sebenarnya koin di samping hanya satu. Gambar komodo dan tulisan Rp100000 adalah salah satu sisi dari koin tersebut, sedangkan gambar burung garuda adalah sisi yang lainnya. Jika koin diletakkan di atas telapak tangan, maka yang akan tampak adalah salah satu dari dua sisi koin tersebut. Bisa saja yang tampak adalah sisi komodo, bisa juga sisi burung garuda.

    Nah, bagaimana jika kasusnya seperti ini. Ada 3 orang (A, B, C) berdiri dalam posisi segitiga. 2 orang (A & B) berdiri saling berhadapan satu sama lain, sedangkan satu orang lainnya (C) berdiri di tengah-tengah keduanya dengan sedikit jarak dari titik tengah ke posisi C, sehingga menyisakan ruang di antara A & B. Lalu C memegang koin tersebut di tangannya, tidak ada satu sisi pun yang mengarah padanya. Koin itu hanya tampak bagai garis lurus jika dilihat dari posisi C. Sedangkan A & B hanya dapat melihat salah satu sisi saja dari koin tersebut.

    Apa yang akan terjadi kemudian? Mungkinkah A & B akan memiliki gambaran yang sama tentang sisi koin? Tentu jawabannya tidak. Salah satu dari keduanya akan melihat komodo, satunya lagi akan melihat burung garuda. Bisa saja A yang melihat komodo, namun ada juga kemungkinan jika A melihat sisi burung garuda. Demikian juga dengan B, yang berpotensi melihat komodo atau burung garuda. Semua itu tergantung dari sisi mata uang yang terpantau oleh A dan B. Namun yang pasti, keduanya dapat menjelaskan bahwa itu adalah koin. Hanya saja, salah satu dari A & B akan menjelaskan ciri koin yang berbeda, sesuai dengan sisi yang tampak padanya.

    Sudut Pandang

    Inilah yang disebut dengan sudut pandang. Seseorang melihat sesuatu dari sisi dimana posisinya berada saat itu. Sudut pandang juga dipengaruhi oleh sisi objek yang dapat disaksikannya.

    Unik. Ditilang Saat Berdemo.

    Tanggal 28 Oktober di Indonesia diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Teks Sumpah Pemuda pertama kali dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928.

    Tanggal 28 Oktober 2011 kemarin, segenap pemuda Indonesia memperingati Sumpah Pemuda dengan beragam kegiatan. Namun yang paling mencolok adalah demo serentak di beberapa titik di Ibu Kota Negara, Jakarta. Salah satu di antaranya adalah demo menuntut kinerja pemerintah yang lebih baik.

    Tapi tahukah Anda bahwa ternyata ada kisah menarik di balik demo yang satu ini? :D

    Mulanya demo berlangsung di depan Istana Merdeka Jakarta. Pendemo berjumlah 16 orang. Mereka semua berdemo di depan pintu masuk Samping Istana yang berjarak 20 meter dari pintu utama Istana.

    Puluhan polisi awalnya hanya meminta kelompok kecil tersebut agar bergeser 30-an meter, ke seberang Istana atau di pintu masuk Monas.

    Namun, S yang berasal dari UBK dan teman-temannya ngotot serta sempat terjadi adu dorong serta saling gertak. Polisi yang geram lalu mendorong paksa kelompok S ke pintu masuk Monas.

    Gagal jadi Haji

    Saya terkejut membaca berita tentang jamaah calon haji yang pulang dari Tanah Suci untuk kepentingan Pilkada. Beritanya dapat dibaca di sini. Keterkejutan saya bukan karena mempermasalahkan tekatnya berhaji, tetapi lebih dikarenakan kasus ini jarang terjadi. Dalam bayangan saya, setiap jamaah calon haji, maka pulangnya menjadi seseorang bergelar haji/hajjah di depan namanya. Bahkan, jika ada yang meninggal pun, biasanya tidak dipulangkan, melainkan dimakamkan langsung di sana. Jadi, berita ke pulangan calon haji ini unik saja menurut saya.

    Namun sayangnya, masyarakat yang mengikuti pemberitaan ini lebih menyoroti masalah tekad berhaji jamaah tersebut. Seakan-akan, yang bersangkutan lebih mementingkan nafsu duniawinya dibandingkan kepentingan ukhrawinya. Komentar-komentar seperti ini menurut saya tidak patut.

    Import Tulisan Lama



    Baru selesai memindahkan tulisan-tulisan lama dari note FB ke blog yang ini. Artikelnya sudah sedikit berdebu dengan gaya tulisan yang amburadul.

    Senandung Malam

    Dan malam pun seakan bersuara
    Berkata-kata dalam heningnya suasana

    "Wahai para pencari cinta, pendamba cinta, pencinta cinta, yang mengharap Sang Pencipta Cinta membalas cintamu pada-Nya

    Gunakan sebagian waktumu untuk beribadah kepada Rabb-mu
    Yang telah menciptakanku dan dirimu
    Merizqikanku dan dirimu
    Memeliharaku dan dirimu

    Dan tidurlah engkau dalam penjagaanku
    dari sinaran matahari yang menyilaukanmu
    Tidur dan nikmatilah nikmat tidurmu
    Sungguh Rabb-mu Yang Maha Agung telah menganugerahi tidur kepadamu

    Dan Kau masih ingat mimpi? Kembang dalam tidurmu?
    Kejar dan temuilah mimpi-mimpi itu
    Bagun dan ceritakanlah padaku perihal mimpimu menjelang subuh nanti
    Bertasbihlah pada-Nya, shalat dan siapkanlah dirimu untuk beraktifas setelahnya
    Dan aku pun akan beristirahat sejenak
    Memulihkan staminaku untuk kembali melindungimu esok malam

    Tidurlah dan tak usah pedulikanku
    Rabb-mu telah menakdirkan aku sebagai penjagamu
    Dan siang adalah waktu istirahatku
    Tidurlah dan jangan sia-siakan usahaku

    Tidurlah
    Semoga Rabb-mu melimpahkan kesehatan atasmu"

    07 Oktober 2009  01:05 WIB

    Munafik

    Nifaq mengandung arti pengakuan dengan lidah tetapi pengingkaran dengan hati. Oleh al-Raghib, nifaq di artikan masuk dengan syara’ (agama) dari satu pintu dan keluar darinya melalui pintu yang lainnya. Hal ini didasarkan pada al-Qur’an surat at-Taubah ayat 67 yang mengatakan bahwa orang-orang munafiq itu adalah orang yang fasiq, yaitu orang yang keluar dari syara’. Nifaq juga diartikan menampakkan iman dan menyembunyikan kekafiran.

    Allah swt berfirman :
    المنافقون والمنافقات بعضهم من بعض يأمرون بالمنكر وينهون عن المعروف ويقبضون أيديهم نسوا الله فنسيهم إن المنافقين هم الفاسقون
    Artinya :
    “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik” (QS. At-Taubah : 67)

    Senioritas

    Anda seorang manusia biasa yang berorganisasi, sekolah, kuliah, kerja, dan hidup bermasyarakat? Tentu tidak asing dengan istilah senioritas bukan?
    Menjadi seorang senior bagi sebagian orang merupakan sebuah kebanggaan, entah karena pengalaman yang dimiliki, ilmu atau entah karena umur yang lebih tua (atau juga karena umurnya muda tampangnya doang yang tua, hehehe).

    Perasaan memiliki nilai lebih dari yang lebih muda karena lebih dulu mengalami hal yang dialami oleh pendatang baru (junior) acap kali membuat sang senior lupa bahwa beliau dulu pernah menjadi seorang junior. Senior umumnya menginginkan diri mereka dihormati oleh para junior walau bagaimanapun juga, merasa ingin selalu diutamakan dari juniornya, meskipun ada juga yang tidak demikian (senior yang baik, hehe).

    Jika pendefinisian umum senioritas seperti apa yang teruraikan di atas, maka hal ini tidaklah jauh dari penyakit yang dinamakan dengan ujub. So what is ujub mean? Chek it out!
    Ujub adalah sifat seseorang dimana ia merasa dirinya lebih baik hingga menolak kebaikan orang lain, bangga dan senang dengan dirinya, senang dengan yang diucapkannya, yang diperbuatnya hingga meremehkan orang lain.

    Kematian. Sebuah Renungan.

    "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."

    Demikian firman Allah dalam al-Qur'an surat ali-Imran ayat 185. Tak ada yang dapat mengelak kematian meskipun dia seorang raja yang paling zalim sekalipun, tidak pula jika dia adalah seorang Rasul Allah. Fir'aun yang melampaui batas, mengaku dirinya Tuhan, tewas mengenaskan, Rasulullah saw yang maksum (terbebas dari dosa) sekalipun, juga mengalami apa yang disebut dengan kematian.

    Ibadah Facebook

    Seperti yang lain, saya juga menemukan kenikmatan tersendiri saat terhubung dengan sahabat-sahabat lama yang dulu sempat terpisah karena jarak di facebook ini, menemukan sahabat-sahabat baru dan bertukar fikiran, baik melalui update status, chatting via fb, foto-foto, maupun aplikasi tulisan di fb.

    Pada status dan tulisan, begitu banyak hal yang diulas, mulai dari kehidupan pribadi, pengalaman, nasehat, hingga permasalahan-permasalahan aktual dipublikasikan ke teman-teman yang terhubung, menjadikan facebook ini bagaikan sebuah dunia baru yang dihuni oleh orang-orang jauh yang terasa 'dekat'.

    Setiap hari, facebook dikunjungi oleh jutaan pengguna di seluruh dunia oleh orang yang sama. Ini menciptakan sebuah siklus yang unik bila ditilik lebih mendalam. Ada yang online pagi, malam lanjut lagi, kemudian besok pagi online kembali, malamnya lagi, dan begitu seterusnya, bahkan tak jarang yang rela berdiam di depan komputer berjam-jam hanya untuk berkomunikasi dengan melalui situs jejaring sosial yang satu ini, facebook.

    Bencana : Kutukan, Hikmah & Sunnatullah

    Bencana kerap menghiasi layar kaca televisi indonesia, baik pagi, siang hingga malam hari, mulai dari peristiwa kebakaran, kecelakaan, banjir, tanah longsor, badai, gempa bumi dan berbagai corak bencana lainnya. Umumnya, bencana seperti ini kerap kali memakan korban harta dan manusia, yang terluka hingga tewas, belum lagi trauma psikis yang terjadi pada para korban, bahkan beberapa diantaranya hingga mengalami stress dan dirawat di rumah sakit jiwa.

    Kedatangan bencana yang mendatangkan kerugian secara materil dan juga immateril itu tentu sangat tidak diharapkan oleh jutaan umat manusia. Bencana dianggap menjadi hambatan pembangunan dan sesuatu yang menakutkan.

    Berbagai tanggapan masyarakat timbul terhadap bencana ini, sebahagian masyarakat merasa bahwa bencana merupakan kutukan dari Tuhan, seperti halnya yang terjadi pada masa-masa terdahulu seperti yang dikisahkan dalam al-Quran, tentang Qarun yang ditenggelamkan bersama harta-hartanya, tentang masyarakat pada zaman Nabi Nuh yang tidak menerima ajarannya yang ditenggelamkan Tuhan, dan sebagainya.

    Ayat tentang Manusia (QS. Al-Mukminuun : 12-16)

    ولقد خلقنا الإنسان من سلالة من طين. ثم جعلناه نطفة في قرار مكين. ثم خلقنا النطفة علقة فخلقنا العلقة مضغة فخلقنا المضغة عظاما فكسونا العظام لحما ثم أنشأناه خلقا آخر فتبارك الله أحسن الخالقين. ثم إنكم بعد ذلك لميتون. ثم إنكم يوم القيامة تبعثون.

    Artinya :
    “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

    Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

    Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.

    Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
    Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.

    Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.”

    Pada ayat di atas, Allah swt berupaya untuk menerangkan kepada hamba-Nya bagaimana proses penciptaan manusia, melalui tujuh tahapan proses sistematis.

    Ahlussunnah wal Jamaah

    Pengertian

    Menurut bahasa, ahlussunnah berarti penganut sunnah Nabi, sedangkan wal jama’ah ialah penganut i’tiqad sebagai i’tiqad Jama’ah sahabat-sahabat Nabi. Sedangkan berdasarkan istilah, ahlussunah wal jama’ah diartikan kaum yang menganut i’tiqad sebagai i’tiqad yang dianut oleh Nabi Muhammad saw dan sahabat-sahabat beliau .

    Ahlussunnah wal jama’ah ini telah diterangkan oleh Nabi saw dalam beberapa haditsnya, di antaranya sebagai berikut.
    “Bahwasanya Bani Israil telah berfirqah sebanyak 72 millah (firqah) dan akan berfirqah ummatku sebanyak 73 firqah, semuanya masuk neraka kecuali satu. Para sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya : “Siapakah yang satu itu ya Rasulullah?”. Nabi Menjawab : “Yang satu itu ialah orang yang berpegang teguh kepadaku dan para sahabatku”. (HR. Tirmidzi)

    Dalam hadits lain juga disebutkan :
    “Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad ditanganNya, akan berfirqah ummatku sebanyak 73 firqah yang hanya satu masuk syurga dan yang lain masuk neraka.” Para sahabat bertanya : “Siapakah firqah (yang tidak masuk neraka) itu ya Rasulullah?” Nabi menjawab : “Ahlussunnah wal jamaah”. (HR. Imam Thabrani)

    Tasawuf

    Definisi dan Urgensinya

    Menurut Syekh Muhammad Amin al-Kudry, tasawuf adalah suatu ilmu yang dengannya dapat diketahui hal ikhwal kebaikan dan keburukan jiwa, cara membersihkannya dari sifat-sifat yang buruk dan mengisinya dengan sifat-sifat yang terpuji, cara melakukan suluk, melangkah menuju (keridhaan) Allah dan meninggalkan (larangan-Nya) menuju kepada (perintah-Nya).

    Tasawuf juga dapat diartikan melakukan ibadah kepada Allah dengan cara-cara yang telah dirintis oleh ulama sufi yang disebutnya sebagai jalan untuk mencapai tujuan, mendapatkan keridhaan Allah serta kebahagiaan di akhirat. Kata sufi atau sufiah diartikan sebagai orang yang selalu mengamalkan ajaran tasawuf dalam kehidupannya sehari-hari.

    The Royal Wedding dan Mawar, Seorang Kembang Desa

    Sebut saja namanya Bunga, seorang gadis jelita yang mendapatkan pinangan dari seorang pangeran tampan. Hidupnya yang biasa akan menjadi luar biasa. Dari kehidupan biasa seorang rakyat jelata menjadi seorang tuan putri yang tinggal di istana. Tidak sedikit gadis lain di seluruh negeri bermimpi ingin menjadi seperti Bunga, yang juga ingin dipinang pangeran tampan dan selanjutnya akan tinggal di istana, meninggalkan kesibukan mencuci, menyetrika, menanak nasi, bahkan kadang sampai memberi pakan ternak peliharaan keluarga, seperti biasanya.

    Pada hari yang telah direncanakan, kedua mempelai, Bunga dan Sang Pangeran pun melangsungkan pernikahan. Seluruh negeri menyambutnya dengan gegap gempita. Mulai dari petani, nelayan, pelayan, petugas keamanan, guru, pegawai negeri, sampai pejabat pemerintahan merasa haru dan gembira. Mereka senang karena Pangeran akhirnya telah menemukan pasangan hidupnya dan berharap mereka akan menjadi pasangan yang bahagia sampai maut memisahkan keduanya. Mereka juga merasa gembira, karena akhirnya mereka telah memastikan, siapa pasangan raja dan ratu selanjutnya, mengingat usia ratu saat ini umurnya telah tidak lagi dapat dibilang muda, dan bisa kapan saja menghadap Tuhan-nya.

    Promosi di Warung Kopi

    Selalu ada sisi yang unik dari warung kopi di Aceh. Jika pada tulisan yang lalu saya telah memaparkan perkembangan warung kopi biasa menjadi warung kopi yang dilengkapi fasilitas wifi, kali ini saya akan sedikit menceritakan bagaimana warung kopi di Aceh menjadi sasaran promosi empuk sejumlah pabrik rokok dan kartu telepon selular.

    Promo Rokok dan kartu telepon selular di warung kopi dilakukan Sales Promotion Girl (SPG). Bukan SPG kalo tidak cantik-cantik. Kehadiran mereka tampak kontras dengan pemandangan warung kopi yang didominasi dengan pengunjung laki-laki. Mereka datang dengan membawa rokok, angket, dan kadang-kadang disertai dengan bintang iklannya langsung (duplikatnya. Hehe).

    Pernah suatu hari saya menyeruput kopi Aceh di warung kopi di Kawasan Beurawe, Banda Aceh. Saat itu saya didatangi oleh beberapa SPG dan menawarkan rokok kepada saya. Saya katakan pada mereka bahwa saya tidak merokok. Lalu saya diminta untuk mengisi angket yang mereka bawa. Di lain hari saat saya sedang duduk sendirian di warung kopi Lampineung, Banda Aceh, saya didatangi SPG dan menawarkan kartu telepon selular dengan harga murah dan memberikan brosurnya kepada saya. Tapi saya tidak membeli karena saya sudah punya 3 kartu yang providernya berbeda di saku saya. Yang menarik, ada duplikat bintang iklan yang sering terlihat di televisi yang ikut dihadirkan ke tempat itu. Dia memperagakan cara menelpon tanpa henti dengan mengikat handphonenya di telinga. Handphone itu diikat dengan melilitkan handuk kecil di kepalanya. Terang saja, suasananya jadi ramai. Semua mata tertuju padanya.

    Kita sering melihat iklan rokok di televisi, namun kita tidak pernah melihat batang rokok secara langsung. Hal ini karena di atur di dalam Undang-Undang Penyiaran Indonesia yang melarang hal tersebut. Namun di warung kopi, hal itu tidak berlaku.

    Pemandangan seperti itu mungkin bukan pemandangan luar biasa, sebab hal-hal seperti itu juga sudah sering dilakukan di daerah mana pun. Namun saya menyayangkan, promosi semacam itu tidak selalu berlaku jujur. Kadang-kadang cara promosi yang tidak sehat juga kerap terjadi.

    Suatu ketika saat saya bersama beberapa teman saya berkumpul di warung kopi di Banda Aceh, meja kami didatangi beberapa SPG yang menawarkan produk rokok gratis. Namun dengan syarat, bersedia menukarkan dengan minimal 5 batang rokok dari sebuah prabrikan besar. Saya bertanya kepada SPG tentang metode promosinya, namun dia hanya menjawab, “biasa bang, persaingan dagang”.

    Seperti inilah warung kopi di Banda Aceh. Selain sebagai tempat nongkrong, kantor bagi sebagian orang (pengguna wifi, hehe), juga sebagai tempat promosi yang menarik bagi sejumlah perusahaan besar.

    "Nggak ada wifi? Jangan buka warung kopi!"

    “Nggak ada wifi? Jangan buka warung kopi!” Demikian penuturan seorang teman saya yang sering ke warung kopi di Banda Aceh. Dia salah seorang penggemar setia warung kopi dan mengunjunginya setiap hari. Untuk menikmati kopi Aceh kah? Salah! Untuk menikmati internet gratis.

    Hampir di setiap warung kopi di Banda Aceh kini dilengkapi oleh perangkat wifi, yang memungkinkan pengunjung untuk menggunakan fasilitas internet secara cuma-Cuma. Layanan internet gratis ini disediakan oleh pemilik warung kopi untuk menggaetpelanggan yang umumnya berusia muda dan gemar berselancar di internet. Maka tak mengherankan jika pemandangan warung kopi di Aceh terlihat seperti suasana kantoran. Hampir tidak ada satu meja pun yang tidak terdapat notebook costumer.

    Dua hari yang lalu saya mengunjungi dua warung kopi berbeda di jalan T. Nyak Arief, Banda Aceh. Tujuan utama saya bukan untuk menikmati kopi, tapi sama seperti teman saya, untuk memanfaatkan wifi gratisnya. Hehe.. Ya, kebetulan saya sedang membuat website pribadi saya (http://bangrahmat.web.id ; sedang tidak aktif saat ini) dan butuh koneksi internet yang cepat untuk memudahkan kerja saya itu. Bila di rumah, saya biasanya menggunakan layanan IM2. Kecepatannya tak lebih seperti kura-kura sedang reumatik. Jadi warung kopi jelas menjadi teman yang baik dalam kondisi seperti ini.

    Pada saat saya datangi tempo hari, dua warung kopi di Jalan T. Nyak Arief sedang mengalami gangguan pada koneksi internetnya. “Gangguan di Speedy-nya, Bang.” Kata pemilik Warung Kopi Q & L ketika saya tanyai. Dia terlihat sibuk menelpon dengan wajah tampak gelisah sambil sesekali terdengar mengeluh karena internetnya macet. Pengunjung warung kopinya jadi sepi.

    Setelah mendapat penjelasan seperti itu, saya pun berpindah ke Wifi Zone, warung kopi bergaya anak muda yang juga masih di kawasan Jalan T. Nyak Arief Banda Aceh. Setelah saya nyalakan notebook saya, rupanya juga tidak mau terhubung. Salah satu pelayannya menghampiri saya dan mengatakan, “Gangguan, Bang. Udah dari semalam.” Saya melihat sekeliling, meja di warung kopi itu banyak yang kosong. Pantas sajalah sepi.

    Seperti inilah Banda Aceh saat ini, Kota yang pernah diupayakan untuk menjadi Cyber City oleh walikotanya. Saat ini tampaknya sedang terjadi transformasi besar-besaran di warung kopi. Yang datang ke warung kopi tidak lagi mementingkan cita rasa kopinya, tapi kecepatan internetnya. Jadi, saya kira wajar bila ada yang nyeletuk, “Nggak ada wifi? jangan buka warung kopi!” hehe ...

    Tulisan ini juga dimuat di Kompasiana.